Selasa, 29 April 2014

CERITA POHON APEL DAN SEORANG BOCAH

 
Kisah Pohon Apel Dan Seorang Anak (renungan)

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Ditempat itulah seorang anak kecil suka datang dan bermain di sekitarnya hampir setiap hari. Dia selalu naik ke dahan dahan ranting rendah yang cukup kokoh, lalu makan apel yang telah memerah, sambil tidur tiduran dibawahnya. Dia begitu mencintai pohon apel tersebut dan juga sebaliknya, pohon itu sangat senang bermain dengan sang anak.

Waktu berlalu ... si anak kecil telah besar dan dia tidak pernah terlihat lagi bermain di sekitar pohon seperti hari hari sebelumnya. Sampai suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon apel dan ia tampak sangat sedih.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" tanya pohon tersebut dengan sangat gembira.

"Saya bukan lagi seorang anak kecil, saya tidak bermain-main lagi dengan pohon" Sahut sang anak.

"Saya ingin mainan. Saya butuh uang untuk membelinya. "
"Maaf, tapi saya tidak memiliki uang ... tetapi kamu dapat memilih semua buah apel yang saya miliki ini dan kamu bisa menjualnya. Jadi, kamu bisa punya uang untuk membeli mainan itu" Jawab sang pohon.

Anak itu sangat bergembira dan terlihat bersemangat. Dia meraih semua apel di pohon dengan sangat bahagianya.

Sekian lama berlalu. Anak itu tidak pernahkembali lagi setelah ia mengambil buah apel waktu itu. Si Pohon merasa sangat sedih.

Di suatu hari yang cerah, anak laki-laki itu kini telah berubah menjadi seorang pria dewasa. Ia kembali menemui pohon itu.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?"kata pohon dengan bersemangat.

"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak istri. Kami membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah Anda membantu saya? "

"Maaf, tapi saya tidak memiliki rumah. Namun kamu dapat memotong dahan-dahan saya untuk membangun rumah mungil yang indah"

Mulailah lelaki itu memotong semua dahan pohon yang ada di kanan dan kiri. Pohon itu senang melihatnya.
Untuk berapa lama, lelaki itu pun tidak pernah datang kembali sejak saat itu. Pohon apel itu merasa kesepian dan terlihat sangat sedih.

Suatu hari musim panas, lelaki itu kembalidan pohon apel itu pun terlihat begitu sangat gembira.

"Kamu datang untuk bermain dengan saya?" Sahut Pohon.

"Saya mulai tua dan tidak bisa bermain lagi. Aku ingin pergi berlayar kesamudera luas untuk bersantai sendiri. Dapatkah kamu memberi saya perahu "kata pria itu.

"Gunakan batang saya untuk membangunperahu impianmu. Nanti kamu bisa berlayar jauh dan bahagia dengan keinginanmu itu .
Jawab sang pohon.

Mulailah lelaki itu memotong batang pohon, untuk kemudian akan dijadikannyasebuah perahu. Ia pun pergi berlayar, dansama seperti sebelum sebelumnya, ia tidak pernah muncul untuk waktu yang lama.
Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya, pria itu kembali lagi.

"Maaf anakku, Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk kau ambil lagi. Tidak ada lagi apel yang bisa kau petik, tidak ada lagi cabang dahan yang bisa kau ambil ..." Kata pohon.

"Tidak apa-apa, saya tidak memiliki gigi lagi untuk memakan buahmu, tidak ada tenaga untuk memanjat dahan dahanmu. Saya terlalu tua untuk itu"kata sang lelaki.

"Saya benar-benar tidak bisa memberikanapa-apa ... satu-satunya yang kini saya miliki adalah akar pohon tua yang sudah rapuh" kata pohon apel sambil bercucuran air mata.

"Saya tidak memerlukan banyak hal sekarang, saya hanya butuh sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun mengembara"
jawab sang lelaki.

"Baiklah! Akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat melepas penat. Ayo, ayo duduk bersama saya"

Pria tua itu pun mendekat dan pohon apelitu terlihat sangat senang dengan seuntai senyum bercampur air mata .

Ini adalah kisah setiap orang di dunia ini. Pohon apel itu ibaratnya adalah seperti para orang tua. Ketika kita masih kecil, kita senang bermain dengan Ayah dan Ibu.
Ketika kita telah tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka. Hanya datang sesekali kepada mereka ketika kita membutuhkan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan.
Tidak peduli apapun niat sang anak, orangtua akan selalu berada di sana, orang tua selalu tegar berdiri saat sang anak benar benar membutuhkan mereka. Dengan segenap kerelaan hati, mereka akan memberikan segala yang mereka bisa hanya untuk membuat Anda bahagia.
Kita mungkin berpikir anak itu sangat kejam kepada pohon. Tapi itulah sebuah gambaran nyata bagaimana kita semua sering memperlakukan orang tua seperti itu juga. Kita selalu menganggap remeh dan cenderung tidak menghargai semua yang mereka lakukan untuk kita. SAMPAI akhirnya kita Terlambat. Terlambat untuk menemukan apa maunya MEREKA.

Bukan harta benda, mereka tak butuh uangmu. Bukan rumah mewah, mereka tak butuhkan hal itu. Yang mereka inginkan adalah KAMU. Ya KAMU!

Untuk temani masa tua mereka, untuk sekedar berbagi hal-hal kecil bersama mereka.

BELI WAKTU SIBUK AYAH 1 JAM SAJA



 Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.”Kok belum tidur?” sapa sang
Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari. ”Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?” “Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?” “Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” “Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!” Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya. ”Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!” “Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!” Tapi sang anak tidak mau beranjak. ”Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?” “Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur” “Tapi papa…” “Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi. Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000. Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata ”Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini..besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?” “Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.” “Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.
“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak.. ”Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa. ”Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.

4 ISTRI DALAM HIDUP KITA






Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 istri. Dia mencintai istri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik diantara semua istrinya.

Pria ini juga mencintai istrinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang istri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kawatir kalau istrinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan istri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia istri yang sabar dan penuh pengertia.

Kapanpun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan istri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan istri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski istri pertama ini begitu saying kepadanya. Suatu hari pedangang sakit dan menyadarai bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, “ Saat ini aku punya 4 istri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.”


Istri ke-4
Lalu pedagang itu memanggil semua istrinya dan bertanya pada istri ke4-nya. “ Engkau yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku ?” ia terdiam…. Tentu saja tidak ! jawab istri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan –akan ada pisau terhunus dan mengiris iris hatinya.

Istri Ke-3
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada istri ke-3.” Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hodupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemaniku sampai akhir hayatku ?” Istrinya menjawab, “ hidup begitu indah di sini, aku akan menikah lagi jika kau mati.” Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. 

Istri Ke-2
Kemudian ia memanggil istri ke-2.” Aku berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku ?” Jawab sang istri,” Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarkanmu hingga ke liang kubur. Nati kan kubuatkan makam yang indah untukmu.”

Istri ke-1
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba2 terdengar suara,”Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.
Aku tak kan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam,” Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, istriku.”

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTRI
Sesungguhnya, kita punya 4 istri dalam hidup ini.

Istri ke-4 adalah TUBUH kita. 
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Istri ke-3 adalah Status Sosial dan Kekayaan
Saat kita meninggal, semuanya akn pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan Istri ke-2, yakni Kerabat dan Teman
Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan Sesungguhnya istri pertama kita dalah Jiwa dan Amal kita
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal lah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesame yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.
 
 
Synopsis : 
 
  1. Istri yang paling di cintai dan di manja, di beri banyak kekayaan dan kemewahan tapi ketika kita mati dia akan pergi begitu saja = Tubuh Kita
  2. Istri yang paling di banggakan dan di kejar-kejar tetapi dia tidak setia bahkan Akan selingkuh kalau kita tak sanggub = jabatan
  3. Istri yang paling sabar, tempat meminta pertolongan bahkan rela mengantar dan membuatkan tempat peristrihatan terakhir yang terbaik tapi dia tidak ikut dengan kita = Sahabat dan saudara
  4. Istri yang paling setia dan rela menemani walau kitapun kita sudah mati tapi jarang kita perhatikan bahkan tidak terurus karna dialah Jiwa dan amal perbuatan kita

Kata Bijak Dalam Anime Naruto

Naruto Lover's 
Berikut kata-kata Penyemangat dalam Anime Naruto

  1. jangan sombong, hanya karena bisa masuk akademi, bisa saja dia itu lebih kuat dari pada dirimu, akademi tidaklah bodoh, lagian mereka juga belum mengumumkan hasilnya, dan kau harus mengingat namanya, bisa saja ia menjadi rival tangguhmu.
    ~SAKUMO HATAKE - Naruto Chapter 672~

  2. Jangan meremehkan orang lain, karena orang itu kemungkinan besar memiliki kelebihan unik yang tidak anda miliki.
  3. Jangan meremehkan orang paling bodoh sekalipun. Karena bisa jadi anda akan mengemis meminta pertolongan padanya suatu hari nanti.
  4. Shino      : "Selemah Apapun musuhku aku tak kan pernah meremehkanya"
    Gaara     : "Manusia Tak kan bisa lepas dari rasa Kesepian"
    Kakashi  : "Yang dibutuhkan dlm sebuah pertarungan adalah bukan kuatnya suatu Jutsu Namun yg dibutuhkan adalah Kerjasama Tim"
  5. ''Aku percaya kalau hubungan yang disebut dengan kerja sama adalah kekuatan yang sesungguhnya''

    ''Alur waktu yang panjang telah membawa perubahan penting dalam tradisi kultural, pandangan dan etika manusia''

    ''Tidak peduli seberapa Hebat Orang Tua, namun anak mereka tidak akan bisa langsung mewarisi semua Potensi dari Orang Tua mereka. Aku rasa kau mengerti akan hal itu Naruto, karena kau juga demikian''
    ~ Hagoromo Ootsutsuki (Rikudou Sennin)
    .                                                                                               
  6. "Aku tidak sedih, di depan pria yang telah membuat keputusan yang penting, merasa sedih atau kasihan adalah hinaan baginya !!"
     
  7. "Keberuntungan juga merupakan kekuatanmu"
     
    "Kau tahu apa itu kemenangan sejati?
    Itu bukanlah dengan kau mengalahkan orang yang kuat tetapi jika kau bisa melindungi sesuatu yang berharga bagimu."
    "Bertele-tele berarti kau teliti, banyak bicara berarti kau periang, keras kepala berarti kau teguh pada pendirian!! Lalu orang yang egois.. mereka seperti kucing.."

    Maito Dai ke Maito Gai (Manga Naruto chapter 668)